Progress on the next episode

Episode 112
Yukikage Village Murder Case - File 2

Indonesian Translations
100%
English Translations
100%
Typesetting
100%
Pre-editing
50%
Proof reading
50%
Final editing
0%
Encoding
0%

Chat Here

Light Novel Progress

Light Novel Case 1
Opera House : The New Murder

Scanning
100%
English Translations
100%
Indonesian Translations
81%
Image Editing
90%
Proof Reading
0%
Final editing
0%
Posted by : Fuyuki Takagi Dec 27, 2014

Ulasan Novel Kasus 8,
Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran Sesat
(邪宗館殺人事件/Jashuukan Satsujin Jiken)

(Cover Pertama Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran Sesat, terbit tahun 2001)
(sumber foto : Alfred Chung)

(Cover Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran Sesat versi Manga Bunko, terbit tahun 2013)

Hmm. Review Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran ah!.
Yosh. Konnichiwa, Minna.
Sebelum merilis komik-komik Kindaichi Returns Series, ane ingin sedikit mereview kasus di Novel series ini. Novel yg akan jadi hadiah bagi pemenang event dari KL. (Hadiahnya bukan buku, tapi terjemahan novelnya /softcopy)

Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran ini adalah kasus kedelapan dari 9 volume dalam Kindaichi Novel Series.
Novel ini dirilis setelah Anime Kindaichi selesai tayang dan setelah Amagi Seimaru-sensei, Satou Fumiya-sensei dan Kanari Youzaburou-sensei menamatkan Kindaichi. (Meskipun begitu Kindaichi kembali dilanjutkan tahun 2004.)

Kasus ini tergolong unik karena inilah satu-satunya Kasus di Novel yang belum dibuat versi adaptasi Animenya. (Wajar sih, coz novelnya baru rilis setelah animenya tamat.)
Kasus ini tergolong kasus yang menyedihkan. Maksudnya menyedihkan itu .... seperti apa ya .... seperti Kasus Pembunuhan di Desa Yukikage. Pembunuhan yang terjadi karena kesalahpahaman yang berujung pembunuhan.

Kalau di Kasus Desa Yukikage, penyebab utamanya adalah rasa cemburu dari Yashiro Fuyumi dan berujung pada kesalahpahaman yang panjang. (Tak seharusnya terjadi pembunuhan). Sedangkan di Kasus Pembunuhan di Gedung Sekte Aliran yang menjadi penyebab utamanya adalah Kindaichi.
Yups, KINDAICHI HAJIME.
Seandainya dia tidak datang ke Gedung Sekte Aliran Sesat, mungkin kasus pembunuhan ini takkan pernah terjadi. (Atau setidaknya tidak segera terjadi).

(Spoiler)
Semua kejadian ini bermula ketika Kindaichi, Ema Jun'ya, Izawa Kentarou, Araki Hiro dan Tokiwa Ruriko melakukan penjelajahan rumah hantu menuju sebuah bangunan villa kosong di dalam hutan. Saat itu mereka masih kelas 6 SD. Sesampainya di sana mereka berpencar. Grup 1 adalah Kindaichi dan Jun'ya. Grub 2 adalah Kentarou, Hiro dan Ruriko. Ketika Kindaichi dan Jun'ya semakin masuk ke dalam rumah kosong itu, mereka terjatuh sampai ke lantai bawah tanah. Di sana mereka berdua sempat terkunci. Kindaichi berusaha membuka suatu ruangan (untuk mencari pintu keluar.) Tapi ternyata pintu itu terkunci. Kindaichi merasa ada yang aneh. Kenapa di sebuah rumah kosong ada ruangan yang dikunci. Setelah itu mereka pergi ke arah yang lain. Tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan seseorang dari dalam ruangan yang terkunci itu. Jun'ya yang ketakutan akhirnya berlari, Kindaichi pun mengikuti dan mereka berhasil keluar dari rumah kosong itu. Tapi, tiba-tiba Kindaichi terjatuh dan kakinya terkilir. Jun'ya kembali masuk ke dalam rumah kosong itu untuk meminta bantuan teman-teman yang lain. Tiba-tiba Kindaichi menemukan sebuah tas ransel bertuliskan "DEJIMA" dari dalam semak-semak dan di dalamnya ada sebuah buku kumpulan puisi berjudul "Gerbang Sekte Aliran sesat" karya Kitahara Hakushuu. Setelah itu Kindaichi dibawa kembali ke Gedung Sekte Aliran sesat tanpa memberitahukan teman-temannya tentang penemuannya itu. Kindaichi tidak tahu kalau saat itu sesuatu yang mengerikan telah terjadi di dalam rumah kosong itu.

6 tahun kemudian, Kindaichi menemukan koran bekas di kamarnya. Ternyata koran 6 tahun yang lalu itu ada berita tentang kematian seorang pegawai perusahaan penerbit di kedalaman gunung Asama. Dan nama laki-laki itu adalah "Dejima". Nama lengkapnya Dejima Jouji. Dia meninggal karena kelaparan di dalam gunung. Kindaichi menduga kalau tas ransel yang dia temukan di rumah kosong 6 tahun yang lalu itu adalah milik Dejima Jouji. Berarti Dejima meninggal dunia di dalam rumah kosong itu. Bukan di pedalaman gunung Asama. Kindaichi yang merasa bertanggungjawab karena tidak bisa menyelamatkannya (Kindaichi menduga kalau suara teriakan yang dia dan Jun'ya dengar adalah teriakan Dejima yang sedang sekarat), maka Kindaichi harus mengusut kasus itu. Dan dia memulai penyelidikannya dengan menanyakannya pada teman-teman Kindaichi yang ikut penjelajahan rumah hantu itu. Kindaichi memutuskan untuk menghabiskan sisa liburan musim panasnya untuk mengunjungi Gedung Sekte Aliran Sesat.
Tapi Kindaichi tidak tahu. Kalau kedatangan dan penyelidikannya di Gedung Sekte Aliran Sesat malah melahirkan sebuah kasus pembunuhan yang menyedihkan.

Buset. Spoilernya banyak banget!
Hehe. Gak apa-apa ya.

Lalu daftar tokoh.
a. Ema Jun'ya - Teman Kindaichi. Pelukis muda berbakat.
b. Araki Hiro - Teman Kindaichi. Novelis muda berbakat.
c. Tokiwa Ruriko - Teman Kindaichi. Pemain biola muda berbakat.
d. Inspektur Nagashima - Inspektur Kepolisian Nagano. Penanggungjawab kasus kali ini.
e. Endou Juri - Pelayan yang bekerja di Gedung Sekte Aliran Sesat.
f. Izawa Kentarou - Teman Kindaichi. Ahli komputer berbakat. Memiliki perusahaan komputer sendiri.
g. Ema Midori - Istri Ema Ryuunosuke. Ibu Ema Jun'ya.
h. Ema Ryuunosuke - Pemilik Gedung Sekte Aliran Sesat. Ayah Ema Jun'ya.
i. Mishima Ikuma - Mantan murid Ema Ryuunosuke.
j. Doumoto Kanae - Istri Doumoto Fujio.
k. Doumoto Fujio - Pengelola Gedung Sekte Aliran Sesat.

Nama Pelaku : Jashuumon / Gerbang Sekte Aliran Sesat.
Foto Gerbang Sekte Aliran Sesat (versi Novel)
Sekarang tentang pembunuhannya.
Pembunuhan pertama adalah ...............
Misteri yang ada pada pembunuhan pertama adalah "TRIK ALIBI."
Ketika semua orang sedang bersiap untuk sarapan. Ada yang sedang berjalan-jalan ke luar. Ada yang sedang memasak dan menyiapkan sarapan. Ternyata ada yang telah mencuri buku kumpulan puisi "Gerbang Sekte Aliran Sesat" karya Kitahara Hakushuu yang disimpan di dalam lemari. Buku itu sangat berharga bagi pemilik Gedung, Ema Ryuunosuke, karena buku itu adalah buku cetakan pertama yang terbit tahun 1904 dan menjadi asal usul nama Gedung Sekte Aliran Sesat. (Nama Gedung Sekte Aliran Sesat diambil dari buku kumpulan puisi karya Kitahara Hakushuu. Nama itu dipakai oleh pemilik gedung sebelum Ema Ryuunosuke. Jadi dalam kasus ini tidak ada semacam sekte yang terlibat. Hanya namanya yang ada kata "sekte"nya.) Setelah dicari ternyata cover buku itu ditemukan di dalam kamar seseorang. Penghuni kamar itu tidak ada dan ditemukan sebuah palu berlumuran darah di atas ranjangnya. Setelah menemukan cover buku Gerbang Sekte Aliran Sesat mereka menemukan selembar demi selembar sobekan dari buku kumpulan puisi itu. Setelah ditelusuri ternyata sobekan-sobekan itu mengarah ke dalam rumah kosong tempat Kindaichi dkk pernah melakukan penjelajahan rumah hantu. Dan di sana ditemukan mayat salah seorang penghuni Gedung Sekte Aliran Sesat.
Bagaimana cara si pelaku bisa mencuri buku kumpulan puisi itu padahal semua orang memiliki alibi. Kecuali satu orang. Yaitu Mishima Ikuma yang sedang pergi ke suatu tempat pagi itu.

Pembunuhan kedua adalah ................
Udah ah! Capek. Spoiler terus.
Kalau mau tahu cerita lengkapnya, coba kalian menangkan Event dari KL.

Menurut ane, kasus ini memang menyedihkan.
Kalau saja Kindaichi tidak datang ke Gedung Sekte Aliran Sesat. Kalau saja Kindaichi tidak berusaha memecahkan kematian aneh Dejima Jouji, pasti pembunuhan berantai ini takkan pernah terjadi.
Makanya sebelum pulang ke Tokyo, Kindaichi sempat menangis di pelukan Miyuki karena merasa sangat bersalah.
????? What ?????
(So Sweet banget. Tapi kasihan juga si Kindaichi.)
(Sumber foto : Alfred Chung)
(Eitss, jangan berpikiran yang aneh-aneh ya!!!)

Kalau tentang trik alibinya sih bagus. Sebenarnya triknya simple tapi keren. (Btw ane berhasil memecah trik alibi ini sebelum membaca bab terakhir. Hehe.)
Alur ceritanya cukup menyentuh. (Tidak semenyedihkan kasus Desa Yukikage, tapi lumayan menyedihkan.) Hanya saja menurut ane prolognya kepanjangan. Btw, secara keseluruhan ceritanya bagus banget!
Dan tak seharusnya terjadi pembunuhan ini kalau Kindaichi tidak datang.
Cukup sekian spoiler, maksud ane review kasusnya. Semoga tambah penasaran, bersemangat memenangkan Event KL.

Ini sinopsis kasusnya yang ane ambil dari edisi Manga Bunko terbitan 2013.

 ――6年前、軽井沢を訪れた金田一一は、そこで知り合った子供たちと共に、廃墟となった洋館に足を踏み入れた――。
――6 tahun yang lalu, Kindaichi Hajime berkunjung ke Karuizawa. Bersama dengan anak-anak kenalan di sana, mereka menginjakkan kaki ke dalam sebuah Gedung yang kini menjadi bangunan terlantar.――
  ひょんな事から目にした新聞記事で6年前の体験を思い出した一は、廃墟で遭遇したある事件の真相を突き止めるため、美雪とともに再び軽井沢へやってきた。軽井沢の洋館「邪宗館」で、かつての“旧友”たちとの再開を喜ぶ一。
 Hajime yang menyadari sesuatu setelah membaca koran edisi 6 tahun yang lalu, dia bermaksud untuk mengungkap kebenaran dari kasus yang terjadi di dalam bangunan terlantar itu dan akhirnya pergi ke Karuizawa untuk kedua kalinya bersama Miyuki. "Kawan lama" kindaichi senang dengan kunjungan kedua Hajime ke Gedung yang berada di Karuizawa, "Gedung Sekte Aliran Sesat".
 しかし、その美しき洋館はやがて恐ろしくも哀しい。惨劇の舞台へと姿を変えていくのだった……!
 Tapi, kecantikan gedung itu membawa kengerian dan ketakutan. Yang berubah wujud menjadi panggung sebuah tragedi......!

Jaa, Mata Nee!

{ 1 comments... read them below or add one }

- Copyright © 2013 KINDAICHI LOVERS - Fansuber Otaku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -