Progress on the next episode

Episode 112
Yukikage Village Murder Case - File 2

Indonesian Translations
100%
English Translations
100%
Typesetting
100%
Pre-editing
50%
Proof reading
50%
Final editing
0%
Encoding
0%

Chat Here

Light Novel Progress

Light Novel Case 1
Opera House : The New Murder

Scanning
100%
English Translations
100%
Indonesian Translations
81%
Image Editing
90%
Proof Reading
0%
Final editing
0%
Posted by : Fuyuki Takagi Feb 27, 2015

Hasil Akhir Event KL Bagian 2




Meskipun ane masih sibuk, ya tetap nyempatin buat mengumumkan hasi Event KL yg kedua.

Jadi, ayo kita mulai.

Menurut ane, kasus ini lebih mudah ditebak dari pada kasus Rubah Api yang Mengalir.
Motifnya terpampang jelas.
Petunjuk pembunuhannya juga jelas. Malah jelas banget.

Menentukan pelakunya pun tak terlalu susah. Meski bukti kalau dia adalah pelakunya ternyata agak susah. (Cuma sebagian kecil yg bisa menebak buktinya)

Untuk pembunuhan Kumosawa Natsuki, ya semuanya berhasil menebak dengan bukti yg ada.
Dulu waktu ane pertama kali membaca kasus ini, ada satu hal yg membuatku agak bingung. Itu adalah pakaian dalam dan parka milik Kumosawa di pondok nomor 2. Ane sempat berpikir kalau pakaian itu bukan milik Kumosawa, tapi setelah membaca bagian penyelesaiannya ternyata baju itu memang milik Kumosawa. Bagaimana caranya si pelaku bisa mendapatkan baju Kumosawa, ane tak tahu (tapi sekarang udah tahu). Dan di antara orang-orang yg ikut event kedua, cuma ada 1 orang yg berhasil menebak hal ini. Meskipun tidak termasuk dalam daftar pertanyaannya tapi karena ini ada hubungannya dengan pembunuhan Kumosawa, maka ane beri poin tambahan kepada salah seorang yg berhasil menebaknya. (Ane sendiri gak nyangka kalau caranya begitu)
Untuk pembunuhan Sabaki Kaito. Yg ini memang agak susah. Tapi ternyata beberapa orang berhasil menemukan petunjuk besar yang terpampang jelas.

Lalu untuk siapa yg akan menjadi korban ketiga, mungkin ini agak tebak-tebakan dan tidak terlalu dijelaskan lebih lanjut di chapter berikutnya. Tapi ane beri bocoran untuk pertanyaan ini berdasarkan analisis ane sendiri.

Siapakah yg mungkin akan menjadi korban ketiga?
Jawabannya : Tsubakihara Beniko.

Kenapa ?
Karena ini (lihat gambar di bawah.) (Dari chapter 3 halaman 16.)
Kenapa dia menyebut Kumosawa sebagai "cewek kurang ajar", padahal mereka baru pertama bertemu. Jadi mungkin sebenarnya Tsubakihara sudah kenal Kumosawa dan tahu kepribadiannya.

Yang kedua karena dari chapter 5 halaman 5.
Karena dia yang paling tidak tenang / ketakutan. Yups. Ekspresinya yang berlebihan membuatku menduga dia akan dibunuh berikutnya.


Nah, bocorannya sudah selesai sekarang adalah hasil dari analisis kawan-kawan.
Ini dia daftar nilainya. (Nama pengirim + nilai/80) (80 adalah nilai tertinggi.)
1. Bajing PHP   : 72/80
2. Baron A.        : 55/80
3. Bodi G.          : 53/80
4. Chandra A.   : 37/80
5. Fauzan          : 55/80
6. Ikodjin            : 52/80
7. Billy R.           : 72/80
8. Rapit A.         : 75/80


Dan nilai total dari 2 event yang telah berlangsung adalah ...

1. Agus H.         : 24 + 0 = 24
2. Baron A.        : 34 + 55 = 89
3. Billy R.           : 32 + 72 = 104
4. Bodi G.          : 44 + 53 = 97
5. Fauzan          : 59 + 55 = 114
6. Rofi G.           : 0 + 0 = 0
7. Victor S.        : 42 + 0 = 42
8. Pandu P.        : 33 + 0 = 33
9. Mariya S.       : 22 + 0 = 22
10. Chandra A.  : 7 + 37 = 44
11. Chang M.     : 21 + 0 = 21
12. Bajing PHP : 42 + 72 = 114
13. Ikodjin          : 0 + 52 = 52
14. Rapit A.       : 0 + 75 = 75

OK. Jadi inilah hasil dari Event Kedua KL.
Hmm ...
Untuk Event Ketiga, rencana ane sebelumnya adalah menggunakan Kasus Kedua Komik Returns Series : Pembunuhan di Gedung Sekolah Berhantu.
Tapi .... Karena suatu hal .... Maka ... ane ... batalkan.
Untuk Event Ketiganya ane akan menggunakan kasus yang lain.
Tapi tidak ane kerjakan sekarang karena banyak yang minta untuk menyelesaikan dulu kasus Rubah Api yang Mengalir.
Jadi Event Ketiga ane pending sampai Kasus Pembunuhan Rubah Api yang Mengalir dan Kasus Pembunuhan Legenda Siluman Salju tamat.


Kalau mau tanya-tanya, silakan komen di sini.

Jaa, Mata ne! (Sampai bertemu lagi!)

{ 13 comments... read them below or Comment }

  1. Hadiahnya buat juara 1 doang?

    ReplyDelete
  2. Buka postingan ini dan kau akan tahu jawabannya.
    http://kindaichi-lovers.blogspot.com/p/blog-page_16.html

    ReplyDelete
  3. Kasus apa yang mau ditandingin?

    ReplyDelete
  4. Belum ane tentuin.
    nunggu 2 kasus yg awal tamat

    ReplyDelete
  5. ane telat ikutan event yg kesatu, nyesel dah, btw trik menghilangnya sabaki kaito itu trik sulap cermin bukan?

    ReplyDelete
  6. Lebih tepatnya mungkin yang ada trik itu petinya, kontruksinya dibuat sedemikian rupa jadi jika dilihat dari sudut pandang berbeda, hasil yang dilihat jug a beda

    ReplyDelete
  7. Kayanya yang belum ketauan kasusnya cuma Return kasus terbaru...

    ReplyDelete
  8. sepertinya memang iya bro, ane hnya bingung penggambaran trik nya kek apa, ha..ha, yg aneh kan pas yg laen bisa ngeliat mayat sabaki pertama kali di temuin, cma kagehira yg bru nyam pe ga bisa melihat myatny. ia cma bisa ngeliat darah dri tmpat dia berdiri.

    ReplyDelete
  9. Itu persepsi bro, agak susah dijelaskan tapi intinya kalau dilihat dari atas emang keliatan tapi kalau dari sampin, dia ketutup oleh bagian peti yang lain sehinga ga keliatan

    ReplyDelete
  10. Oh, oh!
    Petinya diangkat terus ditaruh di dalam lemari, tapi buat ngeliat mayatnya petinya diguling. Karena ada lapisan kedua dari kayu yang independen, jadi ga keliatan gitu dari samping...

    ReplyDelete
  11. Memang. Tpi menurut ane itu sudah cukup ada "something" di antara mereka berdua.
    Toh di chapter berikutnya memang tidak dijelaskan secara rinci dan kita memang cuma bisa asal nebak aja. :) heheheh

    ReplyDelete
  12. Hohoho. Memang.
    Tapi ane ada rencana buat pake kasus selain dari komik Kindaichi.
    Tapi belum ditentuin sih.

    ReplyDelete
  13. Ya dia ketutup kalau dilihat dari samping jadi seolah olah petinya kosong,

    ReplyDelete

- Copyright © 2013 KINDAICHI LOVERS - Fansuber Otaku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -